Ia pun turut mendorong agar kerja sama tidak hanya sebatas perdagangan, tetapi juga mencakup transfer teknologi, pengembangan manufaktur lokal, hingga kolaborasi dalam hilirisasi industri.
"Jadi saya pikir menjalin kerja sama dengan manufaktur lokal itu penting dan tentu saja mentransfer kekayaan intelektual (IP), kerangka kerja digital, dan keahlian teknis yang mendorong inovasi bersama," lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Republik Belarusia, Viktor Karankevich, mengatakan hubungan kedua negara terus berkembang berkat meningkatnya kepercayaan antara pemerintah Indonesia dan Belarusia. Ia menyebut kerja sama telah mencakup berbagai sektor, mulai dari pertanian, industri, kesehatan, hingga pendidikan, dan masih terdapat peluang untuk memperluas kemitraan ekonomi kedua negara.
"Tentu saja, ada bidang-bidang untuk kerja sama seperti pertanian, kesehatan, pendidikan, dan forum hari ini menunjukkan bahwa potensi kerja sama antara negara kita sangat besar. Kami juga menandatangani sejumlah dokumen yang akan memberikan dorongan bagi penguatan lebih lanjut hubungan ekonomi bilateral kita," ucap Viktor.
Disampaikan, salah satu hasil konkret dari kerja sama tersebut adalah bertambahnya izin bagi 13 perusahaan produk susu Belarusia untuk mengekspor produknya ke Indonesia. Selain itu, kedua negara juga membahas peningkatan pasokan pupuk potash, pengembangan industri teknik, pembentukan pusat layanan pemeliharaan alat berat, serta peluang lokalisasi atau perakitan mesin di Indonesia.
Menurut Viktor, penguatan kerja sama di bidang industri, pangan, kesehatan, pendidikan, hingga pertukaran budaya ke depan diharapkan dapat meningkatkan nilai perdagangan bilateral sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.
"Dan tentu saja, kami memiliki titik pertumbuhan baru, tentu saja ini adalah kesehatan, pendidikan, bidang kemanusiaan, pertukaran hubungan budaya, dan semua ini akan menciptakan kondisi untuk meningkatkan perputaran perdagangan dan penyediaan layanan timbal balik yang akan ditujukan untuk meningkatkan tingkat dan kualitas hidup bangsa kita," tutupnya.
(Taufik Fajar)