GoTo juga menegaskan bahwa sejak kepemilikan sahamnya terdilusi pada 2024, perusahaan tidak lagi mengonsolidasikan laporan keuangan Tokopedia. Saat ini, investasi tersebut dicatat menggunakan metode ekuitas sesuai PSAK 228 tentang investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama.
Dengan demikian, dampak keuangan terhadap GoTo disebut terbatas hanya pada bagian laba atau rugi bersih dari entitas asosiasi. Perusahaan juga menyebut estimasi saat ini tidak menunjukkan adanya dampak material terhadap kinerja keuangan dari rencana penyesuaian organisasi Tokopedia.
Selain itu, GoTo menegaskan tidak ada dampak terhadap biaya layanan e-commerce yang diterima dari Tokopedia dan tidak berencana mengambil langkah khusus terkait kepemilikannya di perusahaan tersebut dalam waktu dekat.
Di sisi lain, TikTok selaku pengendali mayoritas Tokopedia juga disebut membuka suara terkait isu rencana PHK tersebut, meski detail kebijakan internal perusahaan belum diungkap secara rinci.
(Feby Novalius)