Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, DPR telah memanggil perwakilan TikTok dari China maupun Indonesia untuk meminta penjelasan mengenai isu PHK yang beredar. Menurut Dasco, setelah Tokopedia diakuisisi oleh TikTok Shop, perusahaan melakukan penataan organisasi di berbagai lini usaha.
"Dalam usaha penataan itu, memang sudah ada yang kemudian mengambil kompensasi karena jumlahnya besar dan bekerja di tempat lain. Tapi, ada juga yang sudah mengambil kompensasi, tapi kemudian juga disalurkan di grup-grup anak TikTok gitu," jelasnya.
Dalam proses penataan tersebut, Dasco mengatakan sebagian pekerja memilih menerima kompensasi, sementara sebagian lainnya dipindahkan ke anak usaha TikTok.
"Enggak begitu (PHK massal). Jadi, yang ngambil kompensasi tuh baru sekitar 200-an aja dan yang sudah disalurkan, tadi saya belum tepat angkanya berapa. Yang bekerja di tempat lain juga sudah ada beberapa," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengapresiasi langkah penataan tenaga kerja melalui skema internal mobility. Menurutnya, mekanisme tersebut memberi kesempatan kepada pekerja untuk tetap bekerja di lingkungan TikTok Group meski berpindah ke lini usaha yang berbeda.
"Kita juga apresiasi bagaimana penataan yang sering disebut dengan internal mobility di dalam TikTok Grup itu juga memberikan kesempatan kepada mereka untuk bisa tetap bekerja di lini perusahaan atau lini usaha dari TikTok Grup, karena kita tau TikTok Grup tentu memiliki beberapa lini usaha dan ini juga memberi kesempatan kepada pekerja untuk kemudian bisa bekerja di lini usaha yang lain," ungkap Yassierli.
Menaker menambahkan, pembukaan sekitar 100 lowongan kerja menunjukkan bahwa kegiatan usaha TikTok Group di Indonesia masih terus berkembang. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang bagi tenaga kerja untuk bergabung mengisi posisi yang dibutuhkan perusahaan.
"Tadi kita juga sudah mendengar bersama saat ini TikTok Grup sedang melakukan rekrutmen pekerja sekitar 100 posisi, ini menunjukkan bahwa usaha yang sekarang sedang dilakukan ini juga terus berkembang dan kita yakin ini juga menjadi sebuah peluang bagi anak bangsa untuk bisa mengambil bekerja di posisi posisi yang disampaikan tiktok grup tersebut," lanjutnya.
(Dani Jumadil Akhir)