Sementara untuk maskapai berjadwal, INACA mengatakan salah satu cara untuk menyikapi pelemahan nilai tukar adalah dengan merevisi tarif batas bawah/tarif batas atas (TBB/TBA). Sebab TBA yang berlaku saat ini dianggap sudah tidak relevan dengan kondisi perekonomian saat ini, baik dari segi inflasi, nilai tukar, daya beli, dan sebagainya.
Menurut Denon, kebijakan fleksibilitas pengaturan fuel surcharge (FS) yang diberikan regulator hanya mitigasi kenaikan harga avtur saja. Sehingga belum menjadi kebijakan yang mampu menyikapi pelemahan nilai tukar.
"Kalau menghadapi fluktuasi mata uang asing terhadap maskapai berjadwal, sebetulnya ya TBA dibuka. Artinya diserahkan kepada mekanisme pasar. Karena FS kan hanya merespons harga avtur saja, nah kalau TBA ini otomatis yang FS-nya sudah tercover," tambahnya.
(Dani Jumadil Akhir)