JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah 0,33 persen atau turun 59 poin ke posisi Rp18.068 per dolar AS pada awal perdagangan Selasa (28/7/2026). Pergerakan ini terjadi saat indeks dolar AS mencatatkan penurunan tipis 0,02 persen ke level 101,51.
Pada pukul 10.10 WIB, rupiah terpantau terus melemah sebesar 0,40 persen ke Rp18.091 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan Senin (27/7/2026), mata uang Garuda juga melemah 46 poin ke tingkat Rp18.009 per dolar AS.
Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan rupiah hari ini berpotensi kembali ditutup melemah pada kisaran Rp18.010 hingga Rp18.060 per dolar AS.
Menurut Ibrahim, salah satu sentimen negatif utama yang menekan rupiah adalah kekhawatiran terkait independensi Bank Indonesia (BI).
"Pasar merespons negatif terhadap mundurnya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dari jabatannya," kata Ibrahim dalam risetnya, Senin (27/7/2026).
Ia menilai pengunduran diri pimpinan bank sentral tersebut berlangsung bersamaan dengan tren pelemahan rupiah akibat meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah antara AS dan Iran. Ibrahim menyoroti adanya dugaan dorongan terhadap BI agar menyesuaikan kebijakan moneter dengan arahan pemerintah.
"Ini membuat presiden, pemerintah, dan DPR sering melakukan intervensi terhadap independensi Bank Indonesia," ujarnya.