"PR terbesar industri saat ini adalah trust issue. Beberapa kasus besar yang pernah terjadi membuat sebagian masyarakat kemudian mengeneralisasi seluruh industri asuransi," kata Cipto.
Menurutnya, penguatan tata kelola, transparansi, serta peningkatan kualitas layanan menjadi faktor penting untuk memulihkan kepercayaan publik sekaligus mendorong pertumbuhan penetrasi asuransi di Indonesia.
Sejalan dengan itu, Delil menilai kolaborasi antara pelaku industri dan regulator diperlukan agar industri reasuransi mampu memperkuat ketahanan sektor keuangan sekaligus menghadapi berbagai risiko yang terus berkembang.
(Feby Novalius)