Ekonomi RI Kuartal II-2026 Tertekan, Diprediksi Hanya Tumbuh 4,8–4,9 Persen

Rohman Wibowo, Jurnalis
Senin 03 Agustus 2026 08:07 WIB
Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi berada di kisaran 4,8–4,9 persen pada kuartal II-2026. (Foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

Faktor utama yang mengubah arah perekonomian nasional adalah perang di Iran dan konflik di Selat Hormuz yang meletus sejak 28 Februari 2026. Dinamika konflik tersebut sempat melambungkan harga minyak mentah dunia hingga menyentuh level US$118 per barel pada akhir April 2026.

Meskipun sempat mereda hingga US$70 per barel pada awal Juli, harga minyak kembali melonjak ke level US$91 per barel pada akhir Juli sebelum bergerak melandai di bawah US$90 per barel.

Faisal menyoroti eskalasi pertempuran di Selat Hormuz sebagai pemicu utama melonjaknya harga energi dunia hingga melampaui batas aman APBN. Lonjakan harga minyak mentah tersebut secara langsung membengkakkan beban subsidi energi serta menaikkan biaya produksi sektor industri manufaktur dalam negeri.

"Perang di Iran yang sempat mengerek harga minyak ke level US$118 per barel membuat beban subsidi energi dan biaya produksi industri manufaktur dalam negeri meningkat signifikan. Apalagi, rata-rata harga minyak mentah sejak awal tahun masih berada di kisaran US$85 per barel, terpaut US$15 dari asumsi APBN 2026 sebesar US$70 per barel, sehingga tekanan fiskal belum akan mereda," jelas Faisal.

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya