JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak memiliki rencana untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo beberapa waktu lalu.
Purbaya mengaku namanya kerap masuk dalam berbagai bursa calon pimpinan lembaga keuangan maupun kementerian, termasuk sebagai calon Gubernur BI.
"Enggak (mengajukan diri ke BI). Kenapa Anda menyuruh saya ke BI? Kalau setiap ada bursa, nama saya selalu masuk ke mana-mana, tapi enggak pernah jadi. Jadi saya di sini sudah syukur," kata Purbaya saat ditemui usai rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Pada kesempatan yang sama, Purbaya juga meluruskan isu mengenai wacana Bank Indonesia akan berada di bawah Kementerian Keuangan. Menurut dia, isu tersebut tidak benar karena pemisahan bank sentral dengan otoritas fiskal merupakan amanat undang-undang.
Purbaya mengakui kondisi sektor keuangan saat ini memang tengah menghadapi tekanan, yang berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah, arus keluar (outflow) dana asing dari pasar modal, hingga memengaruhi penilaian dari penyedia indeks global.
Meski demikian, menurutnya, solusi yang ditempuh bukan dengan menggabungkan bank sentral dan otoritas fiskal, melainkan memperkuat sinergi antara otoritas fiskal, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
"Ketika keadaan seperti ini, kurang baik mengubah sistem yang ada. Yang penting adalah memperbaiki kinerja kita semua. Kita lebih dekat dengan BI, OJK, LPS, dan Kementerian Keuangan supaya kebijakannya lebih sinergis. Gitu aja," pungkasnya.
(Feby Novalius)