Ketika Laut Mahakam Menolak Menyerah

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Rabu 05 Agustus 2026 08:58 WIB
Ketika Laut Mahakam Menolak Menyerah (Foto: Dokumentasi PHI)
Share :

Produksi Migas Capai Target

Keberhasilan Manpatu bukanlah pencapaian yang berdiri sendiri. Di semester I-2026, Pertamina Hulu Indonesia (PHI) membuktikan bahwa investasi di Mahakam benar-benar berbuah hasil. 

PHI melalui anak perusahaan dan afiliasinya di berhasil mencatatkan produksi minyak sebesar 59,3 ribu barel per hari dan produksi gas sebesar 621 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau sebesar 116,1 persen dan 105,4 persen dari target RKAP 2026. 

"Terus jaga semangat untuk menghadapi kinerja Semester II 2026 demi menjaga keberlanjutan produksi migas perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional sesuai dengan Asta Cita Pemerintah Indonesia,” ungkap Direktur Utama PHI Muharram Jaya Panguriseng. 

Di tengah dunia yang masih dibayangi gejolak harga energi, keberhasilan menjaga produksi dari Mahakam memberi Indonesia ruang bernapas lebih panjang. Setiap tambahan gas yang mengalir dari dasar laut bukan sekadar memperkuat neraca produksi, tetapi juga menjaga agar industri tetap beroperasi, listrik tetap menyala, dan jutaan aktivitas ekonomi tidak kehilangan energinya.

Lebih dari sekadar menghasilkan energi, proyek-proyek seperti Manpatu ikut membangun kemampuan rekayasa nasional, memperkaya pengalaman para insinyur Indonesia, serta memperkuat fondasi industri hulu migas dalam negeri.

Selama puluhan tahun, Kalimantan dikenal sebagai salah satu lumbung energi nasional. Kini, ketika dunia memasuki era transisi energi, peran itu tidak berkurang. Justru semakin strategis.

Kalimantan menjadi ruang tempat Indonesia membuktikan bahwa menjaga ketahanan energi tidak harus bertentangan dengan agenda keberlanjutan.

Melalui inovasi teknologi, disiplin keselamatan, investasi yang berkelanjutan, dan pengelolaan yang bertanggung jawab, sumber daya alam dapat dikelola untuk memenuhi kebutuhan hari ini sekaligus menjadi jembatan menuju sistem energi yang lebih bersih di masa depan.

Di sanalah arti penting Manpatu. Ia bukan sekadar platform baru.

Ia adalah penanda bahwa Indonesia memilih untuk tidak menyerah pada penurunan produksi alamiah, tidak bergantung pada ketidakpastian energi global, dan tidak berhenti berinvestasi demi masa depan bangsanya.

Karena pada akhirnya, ketahanan energi tidak dibangun oleh pipa, sumur, atau platform. Ketahanan energi dibangun oleh keberanian mengambil keputusan, kemampuan menguasai teknologi, dan dedikasi manusia-manusia Indonesia yang bekerja jauh dari sorotan publik.

Dan setiap kali gas mulai mengalir dari Platform Manpatu, yang sesungguhnya ikut mengalir bukan hanya energi. Melainkan keyakinan bahwa Indonesia masih memiliki kemampuan untuk berdiri di atas kekuatan energinya sendiri, hari ini, esok, dan untuk generasi yang akan datang.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya