Bisnis Makin Kompleks, Ini Kunci Perusahaan Bisa Bertahan

Feby Novalius, Jurnalis
Selasa 15 September 2026 15:03 WIB
Kompleksitas bisnis membuat perusahaan wajib memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan (Governance, Risk, and Compliance/GRC). (Foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

JAKARTA – Kompleksitas bisnis membuat perusahaan wajib memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan (Governance, Risk, and Compliance/GRC). Penerapan GRC tidak lagi hanya berkaitan dengan pemenuhan regulasi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan dan pengelolaan risiko bisnis.

Direktur PT Pos Properti Indonesia, Nina Risnasari, mengatakan penerapan GRC perlu disesuaikan dengan perubahan dan karakteristik bisnis perusahaan. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat membantu perusahaan mengantisipasi risiko sekaligus menjaga keberlanjutan kegiatan usaha.

"Bagi kami, GRC bukan hanya sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi atau pengendalian risiko. GRC juga menjadi kemampuan perusahaan untuk beradaptasi terhadap perubahan bisnis, memperkuat kualitas pengambilan keputusan, dan mendukung pertumbuhan jangka panjang," ujar Nina, Senin (15/9/2026). 

Menurut Nina, penguatan GRC dilakukan melalui sejumlah aspek, mulai dari tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, pengendalian internal, hingga pemanfaatan teknologi dan pembangunan budaya sadar risiko.

Pendekatan tersebut dinilai penting terutama bagi perusahaan yang memiliki berbagai lini usaha dengan karakter risiko yang berbeda. Setiap kegiatan bisnis membutuhkan identifikasi dan pengelolaan risiko yang disesuaikan dengan proses bisnisnya.

"Keberagaman profil bisnis menuntut pendekatan GRC yang mampu menyesuaikan diri dengan karakteristik masing-masing lini usaha," katanya.

GRC Terintegrasi dengan Strategi Bisnis

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya