Selain membangun sistem dan prosedur, penguatan GRC juga membutuhkan budaya sadar risiko di lingkungan perusahaan. Setiap unit kerja perlu memahami potensi risiko dari keputusan dan kegiatan yang dijalankan.
Nina mengatakan penguatan budaya tersebut menjadi bagian dari proses peningkatan kematangan GRC di perusahaan. Dengan demikian, tanggung jawab terhadap tata kelola dan risiko tidak hanya berada pada fungsi tertentu, tetapi menjadi bagian dari kegiatan operasional.
Ke depan, integrasi GRC dengan strategi bisnis menjadi salah satu aspek penting bagi perusahaan dalam menghadapi perubahan lingkungan usaha. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan menjaga kepatuhan sekaligus mengambil keputusan bisnis secara lebih terukur.
Penerapan GRC yang adaptif pada akhirnya bukan hanya bertujuan mencegah risiko dan pelanggaran, tetapi juga memastikan perusahaan dapat menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kepentingan pemangku kepentingan.
(Feby Novalius)