Selain itu, total penjualan batu bara United Tractors merosot 22 persen. Vilihati menyebut penurunan tersebut berkaitan langsung dengan kuota RKAB yang diperoleh perseroan.
Hingga semester I 2026, pemangkasan RKAB produksi batu bara United Tractors mencapai sekitar 50 persen dari kapasitas produksi perseroan yang mencapai 15 juta ton.
Kendati demikian, Vilihati berharap kinerja United Tractors pada paruh kedua 2026 membaik seiring adanya persetujuan tambahan kuota produksi.
"Kabar baiknya, pada Agustus 2026 kami sudah mendapatkan penambahan RKAB menjadi 12,4 juta ton. Namun, tantangan berikutnya adalah fenomena El Nino atau musim kemarau di area Kalimantan Tengah," pungkasnya.
(Feby Novalius)