Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Karya Pacific Energy (IATA) Optimistis Kinerja Bangkit Usai Revisi RKAB

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 10 Agustus 2026 |16:55 WIB
Karya Pacific Energy (IATA) Optimistis Kinerja Bangkit Usai Revisi RKAB
PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) menegaskan fundamental operasional bisnis pertambangan batu bara tetap berjalan. (Foto: Okezone.com/IMG)
A
A
A

JAKARTA - PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) menegaskan fundamental operasional bisnis pertambangan batu bara tetap berjalan efisien dan solid di tengah tekanan kinerja keuangan pada semester I-2026. IATA optimistis kinerja perusahaan akan segera pulih seiring dengan proses pengajuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang sedang bergulir.

Direktur Utama IATA, Suryo Eko Hadianto, mengatakan penurunan laba bersih pada paruh pertama tahun ini tidak terlepas dari dinamika industri pertambangan secara nasional, khususnya keterbatasan kuota produksi dari pemerintah. Kendati demikian, perseroan berhasil menjaga pos beban biaya produksi (cost per ton) tetap terkendali dengan baik di tengah tren harga jual yang membaik.

"Memang kondisi dalam laporan keuangan kemarin secara bottom line kelihatan turun. Tetapi kalau diperhatikan cost per ton kita masih bisa maintain dengan baik. Dari harga juga cukup bagus, harga membaik tahun ini. Hanya kita punya permasalahan yang ini tidak hanya Karya Pacific Energy yang mengalami. Mungkin hampir 80 persen perusahaan tambang batu bara di semester satu kemarin di Indonesia semuanya mengalami," ujar Suryo dalam Press Conference Launching Logo IATA di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Untuk mengakselerasi pemulihan bisnis, emiten yang sebelumnya bernama PT MNC Energy Investments Tbk ini tengah aktif memproses revisi kuota produksi dalam RKAB pertengahan tahun ini.

"Ini ada permasalahan yang cukup berat dihadapi oleh seluruh perusahaan tambang yang terkait dengan kuota produksi yang ditetapkan oleh pemerintah. Sehingga ini yang sedang kita perjuangkan supaya kita bisa segera recover dengan adanya revisi RKAB di pertengahan tahun ini. Kita sedang mengurus, sedang memproses revisi RKAB. Revisi dari kuota produksi kita," jelasnya.

Optimisme pemulihan IATA ditopang oleh kesiapan infrastruktur tambang terintegrasi yang telah beroperasi penuh, mulai dari akses jalan angkut (hauling) hingga pengembangan fasilitas pelabuhan (jetty).

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement