Kombinasi faktor teknis kuota dan beban kurs tersebut memicu penurunan laba bersih periode berjalan menjadi USD596.324 dari USD5,47 juta pada semester I-2025.
Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar USD961.035.
Dari sisi neraca, total aset IATA per 30 Juni 2026 terjaga di level USD233,19 juta, bergerak stabil dari posisi akhir Desember 2025 yang sebesar USD238,34 juta. Sementara posisi kas dan bank perseroan tercatat sebesar USD1,21 juta.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.