Mentan kemudian meminta agar pengerjaan infrastruktur irigasi yang menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum segera diselesaikan. Ia meminta target penyelesaian tidak berlarut-larut.
“Kalau tidak selesai, berapa lama pengerjaan irpom? Dua bulan?” ujar Amran.
Mentan bahkan menegaskan akan meminta pertanggungjawaban pejabat terkait apabila persoalan tersebut tidak dituntaskan sesuai komitmen.
Mentan juga meminta koordinasi antara Kementan dan Kementerian PU diperkuat. Kementan, kata dia, siap mendukung kebutuhan pompa, sementara pembangunan saluran irigasi menjadi bagian yang perlu ditindaklanjuti bersama kementerian terkait.
Selain air, petani Indramayu juga menyampaikan kebutuhan alat dan mesin pertanian. Mereka mengapresiasi bantuan yang sebelumnya telah diberikan Kementan karena sebagian besar bantuan tersebut telah tiba dan bahkan sudah digunakan.
“Yang dulu saya janjikan sudah tiba traktornya?” tanya Mentan.
“Sudah, sudah dipakai,” jawab petani.
Para petani menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat membantu menekan biaya produksi. Namun, karena kebutuhan mencakup 24 basis petani, mereka berharap jumlah alsintan dapat ditambah.
Amran merespons dengan meminta agar kelembagaan petani diperkuat sehingga bantuan dapat dikelola dengan baik. Ia juga menyatakan akan menambah bantuan traktor.
Untuk kebutuhan tersebut, Mentan Amran memastikan bantuan 24 unit hand tractor akan diberikan untuk 24 basis petani. Selain itu, dua unit traktor besar juga akan ditambahkan.
Sebelumnya, petani telah menerima bantuan lima unit hand tractor dan enam unit combine harvester, serta bantuan irpom. Bantuan tersebut menurut petani sudah sampai dan telah dimanfaatkan.
“Traktor kurang saya urusi. Besok kirim. Malah saya tambahkan,” tegas Amran.
Dalam dialog tersebut, petani juga menyampaikan kendala kelembagaan dalam mengakses bantuan pemerintah. Mereka berharap bantuan dapat diberikan secara langsung kepada kelembagaan yang benar-benar dibentuk dan dijalankan petani.
Menanggapi hal itu, Amran meresmikan kelompok petani Maju Berani Berjuang yang dibentuk oleh petani Indramayu.
“Namanya Kelompok Maju Berani Berjuang, saya resmikan hari ini,” ujar Mentan Amran.
Mentan meminta agar kelompok tersebut menjadi wadah yang bertanggung jawab dalam mengelola bantuan pertanian.
“Jadi ini kelompok baru ya, Kelompok Maju Berani Berjuang. Ini menteri yang resmikan Kelompok Maju Berani Berjuang,” katanya.
Mentan juga menegaskan bahwa penyaluran bantuan harus benar-benar sampai kepada petani yang membutuhkan dan tidak boleh terhambat oleh birokrasi di tingkat bawah.
Petani juga menyampaikan adanya persoalan distribusi pupuk. Mereka mengeluhkan masih ada petani yang belum memperoleh pupuk sesuai kebutuhan.
Mentan langsung menghubungi pihak PT Pupuk Indoensia yang bertanggung jawab atas distribusi pupuk untuk meminta persoalan tersebut diselesaikan.
“Kenapa ini ada masalah pupuk? Ini minta tambah pupuk. Selesaikan ya. Ini ada 1.000 orang di sini,” kata Mentan.