Kondisi perekonomian akhir September tak lepas dari tantangan. Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen. Keputusan diambil di tengah berlanjutnya tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Meski melemah, posisi cadangan devisa Indonesia yang tetap solid di kisaran USD146,5 miliar diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan yang memadai untuk melakukan stabilisasi nilai tukar.
Langkah pelonggaran moneter dalam waktu dekat diproyeksikan makin terbatas. Hal ini disebabkan oleh laju inflasi bulan Agustus yang naik menjadi 3,19 persen secara tahunan dari posisi 2,88 persen pada bulan sebelumnya, ditopang oleh kenaikan komponen bahan makanan bergejolak dan inflasi inti, ditambah adanya potensi risiko dari kenaikan harga energi dunia serta ancaman fenomena cuaca El Nino terhadap ketersediaan pangan.
"Berdasarkan analisis tersebut, mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.900-Rp17.950 per dolar AS," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)