BI Perluas Underlying Operasi Moneter ke Obligasi Korporasi, Dorong Pendalaman Pasar dan Sektor Riil

Anggie Ariesta, Jurnalis
Jum'at 02 Oktober 2026 10:05 WIB
Gubernur BI Destry Damayanti. (Foto: Okezone.com/BI)
Share :

Penerapan underlying baru ini dilakukan secara bertahap. Terhitung sejak diluncurkan pada 10 November 2025 hingga 30 September 2026, total transaksi repo operasi moneter berbasis obligasi dan sukuk PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau PT SMF telah menembus Rp1,25 triliun.

Tahap berikutnya dilanjutkan dengan memasukkan instrumen PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI, yang mencatatkan lelang repo perdana sebesar Rp60 miliar pada 28 September 2026.

Kebijakan ini terbukti efektif menggairahkan pasar sekunder. Volume transaksi harian surat berharga PT SMF melonjak dari rata-rata Rp31,9 miliar per hari pada Oktober 2025 menjadi Rp179,9 miliar per hari pada akhir Agustus 2026.

Di saat yang sama, porsi kepemilikan perbankan atas obligasi PT SMF tumbuh 18 persen, naik dari Rp8,69 triliun menjadi Rp10,22 triliun.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengintensifkan sinergi dengan Kementerian Keuangan, OJK, dan pemangku kepentingan terkait guna mengoptimalkan fleksibilitas likuiditas perbankan serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya