Perwakilan BBAT Sukabumi, Susi Rosellia, mengatakan ketersediaan tepung ikan lokal bermutu penting untuk mendukung industri pakan dan budidaya ikan. Menurutnya, tepung ikan dengan kandungan protein sesuai standar SNI 2715:2013 dibutuhkan untuk menjaga mutu bahan baku pakan.
"Ketergantungan terhadap pakan dan bahan baku impor seperti tepung ikan masih cukup tinggi, dan pengolahan sisa industri adalah solusi kemandirian budidaya," kata Susi.
Potensi hasil samping perikanan di wilayah tersebut tidak hanya berasal dari PPN Palabuhanratu. Sisa pengolahan fillet ikan di Sukabumi, kata dia, dapat mencapai sekitar 500 kg per hari atau sekitar 10 ton per bulan.
Pemanfaatan hasil samping tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong hilirisasi perikanan di kawasan kampung nelayan. Dengan pengolahan di tingkat lokal, hasil perikanan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk turunan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
(Dani Jumadil Akhir)