CNG 3 Kg Bakal Gantikan LPG, Ini 6 Fakta Perkembangannya

Feby Novalius, Jurnalis
Senin 05 Oktober 2026 10:00 WIB
Pemerintah tengah mengembangkan compressed natural gas (CNG) dalam kemasan tabung 3 kilogram (kg) sebagai salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi. (Foto: Okezone.com/Pertamina)
Share :

JAKARTA - Pemerintah tengah mengembangkan compressed natural gas (CNG) dalam kemasan tabung 3 kilogram (kg) sebagai salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG.

Pemerintah tengah mengembangkan compressed natural gas (CNG) dalam kemasan tabung 3 kilogram (kg) sebagai salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi

Berikut sejumlah fakta mengenai perkembangan CNG 3 kg yang tengah disiapkan pemerintah.

1. Uji Coba CNG 3 Kg Masuk Tahap Evaluasi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dijadwalkan segera mengumumkan hasil evaluasi uji coba pemanfaatan CNG dalam tabung 3 kg.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pengujian teknis penggunaan tabung CNG 3 kg masih ditelaah oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

Selain aspek teknis, pemerintah juga merampungkan skema tata niaga dan distribusi CNG agar dapat dipasarkan kepada masyarakat.

“Ini kan lagi dievaluasi oleh Lemigas, itu kan dari tabung kemudian itu proses CNG sampai ke tabung, itu kan juga proses bisnisnya kan lagi diselesaikan oleh Lemigas. Jadi dalam waktu dekat ini hasil evaluasi itu akan disampaikan langsung sama Pak Menko,” kata Yuliot.

2. CNG 3 Kg Belum Resmi Menggantikan LPG

Pemerintah belum menetapkan bahwa CNG 3 kg akan langsung menggantikan LPG 3 kg. CNG saat ini masih berada dalam tahap pengujian dan penyusunan skema distribusi.

Di sisi lain, pemerintah tetap mengalokasikan LPG 3 kg dalam RAPBN 2027. Berdasarkan hasil pembahasan Panitia Kerja (Panja) anggaran subsidi energi DPR RI, volume LPG 3 kg untuk 2027 disepakati sebesar 8 juta metrik ton (MT).

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan usulan pemerintah sebesar 8,945 juta MT.

3. Pemerintah Ingin Kurangi Ketergantungan Impor LPG

Pengembangan CNG menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG.

Bahlil sebelumnya mengatakan kebutuhan LPG nasional mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun. Sementara itu, produksi dalam negeri hanya berada di kisaran 1,6 juta hingga 1,7 juta ton sehingga sebagian besar kebutuhan masih dipenuhi melalui impor.

Pemerintah menilai pemanfaatan gas alam dalam negeri dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan tersebut.

“Ketika gejolak geopolitik seperti ini untuk mendapatkan kepastian impor LPG itu memang ada, tapi kan kita tergantung pada global. Maka kami merumuskan alternatif lain,” kata Bahlil.

4. Pasokan CNG Mengandalkan Gas Dalam Negeri

Berbeda dengan LPG yang sebagian kebutuhannya masih dipenuhi melalui impor, pemerintah menyiapkan CNG dengan memanfaatkan sumber gas alam dalam negeri.

Bahlil mengatakan pemerintah memiliki potensi pasokan gas domestik yang dapat dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri, termasuk untuk pengembangan CNG.

Pemerintah sebelumnya juga menemukan cadangan gas di Kalimantan Timur yang disebut dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gas dalam negeri.

CNG merupakan gas alam yang dimampatkan hingga tekanan tertentu sehingga volumenya lebih kecil dan dapat disimpan dalam tabung bertekanan. Komponen utama gas alam adalah metana, dengan sejumlah kandungan hidrokarbon lainnya.

5. Tata Niaga dan Distribusi CNG Masih Disiapkan

Selain memastikan keamanan tabung dan proses pengisian CNG, pemerintah masih menyusun mekanisme tata niaga dan distribusinya.

Lemigas dan Kementerian ESDM saat ini menyelesaikan kajian mengenai proses tersebut. Pemerintah belum menyampaikan secara rinci skema distribusi CNG 3 kg, termasuk mekanisme penyalurannya kepada masyarakat.

Hasil evaluasi teknis dan tata niaga tersebut akan menjadi dasar sebelum pemerintah menentukan langkah selanjutnya terkait penerapan CNG 3 kg.

6. CNG Bukan Satu-satunya Alternatif Energi

Pemerintah tidak hanya menyiapkan CNG sebagai alternatif penggunaan LPG. Pemerintah juga mengembangkan sejumlah pilihan energi lain, seperti kompor listrik, jaringan gas (jargas), serta pembangunan jaringan transmisi pipa gas.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika mengatakan pengembangan berbagai alternatif tersebut dilakukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan energi masyarakat.

“Kan nanti tahun depan kan sudah mulai ada ini juga kan CNG dan seterusnya,” ujar Erani.

Pemerintah juga menyepakati subsidi LPG 3 kg sebesar Rp103,05 triliun dalam RAPBN 2027. Dengan demikian, pengembangan CNG saat ini lebih tepat diposisikan sebagai bagian dari diversifikasi energi dan alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor, bukan sebagai pengganti LPG 3 kg secara menyeluruh.

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya