JAKARTA - Pengembangan biomethane yang memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan kini mulai mendekati tahap akhir pengembangan. Saat ini, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) atau PGN berkolaborasi dengan Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biomethane tersebut dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa depan.
PGN menghadiri groundbreaking biomethane plant yang dikembangkan oleh TTI dan KIS pada Senin 5 September 2026. Fasilitas ini memanfaatkan limbah organik kelapa sawit yang ditargetkan memproduksi biomethane sekitar 150.000 MMBTU per tahun.
Inisiatif ini merupakan inisiatif pertama di Indonesia yang memproduksi biomethane di Sumatera dimana wilayah tersebut terdapat banyak pabrik kelapa sawit. Proyek ini juga merupakan bentuk konkret dari Momerandum of Understanding (MoU) terkait pengembangan biomethane di Indonesia antara PGN dan TTI pada 2022 lalu.
Dalam kerjasama ini, PGN berperan sebagai offtaker atau pembeli utama biomethane tersebut. Selain itu, PGN juga berperan sebagai transporter di mana biomethane yang diproduksi oleh PT KIS Toyota Tsusho Biomethane Indonesia (KTBI), perusahaan patungan antara KIS dan TTI, akan disalurkan ke Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan industri lainnya melalui jaringan pipa yang dimiliki oleh PGN.
"Kami mengapresiasi TTI dan KIS yang telah memulai pembangunan fasilitas biomethane ini. Bagi PGN, ini adalah langkah penting untuk menghadirkan gas terbarukan dari sumber domestik ke dalam rantai pasok energi nasional. PGN siap mendukung melalui infrastruktur dan kapabilitas niaga yang kami miliki agar biomethane dapat dimanfaatkan oleh sektor industri," ujar Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Pemanfaatan biomethane menggunakan infrastruktur yang telah tersedia pada saat menggunakan gas bumi, sehingga pelanggan dapat melakukan peralihan bahan bakar ke biomethane melalui modifikasi infrastruktur yang minimal.
Selain untuk ketahanan energi domestik, pemanfaatan biomethane dapat melengkapi penggunaan gas bumi yang terus meningkat seiring dengan berkembangnya upaya dekarbonisasi di sektor industri.