Investasi Hulu Migas di RI Masih Menarik? Ini Faktanya

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Rabu 07 Oktober 2026 11:12 WIB
Investasi Hulu Migas di RI Masih Menarik? Ini Faktanya (Foto: PHE)
Share :

Sementara itu, pengamat migas dari Universitas Trisakti yang juga Founder Reforminer Institute Pri Agung Rakhmanto menilai iklim investasi hulu migas Indonesia dalam lima tahun terakhir menunjukkan perbaikan. 

Menurut dia, pemerintah telah melakukan sejumlah pembenahan fundamental sejak kebijakan kontrak bagi hasil yang dianut di Indonesia, terutama dengan memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam skema kontrak.

“Lima tahun terakhir iklim investasi Indonesia membaik. Pasca gross split, 2020 sampai sekarang pemerintah sudah melakukan perbaikan fundamental, paling baik fleksibilitas kontrak,” ujar Pri Agung.

Perbaikan itu juga jadi salah faktor yang dilihat para pelaku usaha lantaran Indonesia masih menjadi salah satu negara yang menarik bagi investor migas. Indonesia tetap masuk dalam jajaran negara yang diperhitungkan di kawasan Asia Pasifik.

“Di Asia Pasifik, Indonesia selalu dilirik. Termasuk papan atas kompetitifnya,” katanya.

Meski demikian, Pri Agung mengatakan masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi catatan bagi investor. Sebagian persoalan tersebut bahkan berada di luar kewenangan langsung pihak yang melakukan pengawasan sektor hulu migas.

“Beberapa hal jadi catatan, tapi itu di luar jangkauan pihak yang melakukan pengawasan. Misalnya ketidakpastian UU Migas, ketidakpastian DMO,” ujarnya.

Selain persoalan regulasi, tekanan fiskal juga menjadi tantangan dalam pemberian insentif bagi industri hulu migas. Menurut Pri Agung, persepsi bahwa industri migas sangat bergantung pada uang negara dapat membuat ruang pemerintah dalam memberikan insentif fiskal menjadi lebih terbatas.

“Ada tekanan fiskal. Cara pandang industri ini menggunakan uang negara sering memberikan kekakuan dalam memberikan insentif fiskal,” katanya.

Menurut Pri Agung, perbaikan iklim investasi karenanya tidak hanya bergantung pada kinerja regulator sektor hulu, tetapi juga membutuhkan konsistensi kebijakan yang lebih luas. Kepastian mengenai kerangka hukum, kewajiban domestik, serta fleksibilitas fiskal menjadi bagian penting dalam menjaga daya saing Indonesia di tengah persaingan investasi migas kawasan

Direktur Eksekutif Indonesia Petroleum Association (IPA) Marjolijn Wajong mengungkapkan ada satu kebutuhan untuk bersama-sama semua pihak bersinergi menciptakan iklim investasi yang kondusif. 

"Ciptakan investasi hari ini jauh lebih sulit. Misalnya kita sudah declining, tapi potensi masih besar. Ini eksplorasi yang besar besar butuh investasi besar. Di Forum Ekonomi Hulu Migas kita bisa temukan solusinya," ujar Marjolijn.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya