“Sekarang kita sudah punya kontrak untuk ekspor 500 ribu ton beras ke Malaysia,” katanya.
Hashim menyebut ekspor tersebut menjadi momentum penting setelah Indonesia dalam waktu yang cukup panjang tidak melakukan ekspor beras. Menurut dia, kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan domestik sekaligus membuka pasar ekspor menunjukkan penguatan sektor pangan nasional.
Ia juga mengaitkan peningkatan produksi pangan dengan agenda perlindungan lingkungan. Menurutnya, ketika kebutuhan pangan dapat dipenuhi melalui peningkatan produksi, pemerintah tidak harus membuka lahan pertanian baru dalam skala jutaan hektare.
Hashim mengatakan kondisi tersebut mulai menarik perhatian investor internasional karena menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan upaya menjaga lingkungan dapat berjalan secara bersamaan.
(Taufik Fajar)