Selain memperkuat industri padat karya, Kemenperin terus mengevaluasi efektivitas implementasi kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) untuk menekan biaya energi industri.
Evaluasi HGBT tidak hanya diarahkan pada kepastian harga, tetapi juga mencakup kecukupan kuota, kelancaran pasokan harian, serta kesiapan infrastruktur pipa penyalur.
Evaluasi sepanjang 2026 menunjukkan sejumlah pabrik di lapangan baru menerima pasokan gas sekitar 60–70 persen dari alokasi yang telah ditetapkan pemerintah.
Kemenperin Minta Target Industri Disiapkan hingga 2029
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza meminta adanya pemetaan strategi dan indikator capaian yang terperinci menuju 2029, khususnya terkait ketahanan pasokan energi dan ketersediaan bahan baku industri.
“Perlu dirumuskan secara konkret langkah dan target hingga tahun 2029, termasuk berapa persen kebutuhan bahan baku yang harus dapat dipenuhi oleh perusahaan maupun dari pasokan dalam negeri. Dengan demikian, kebijakan HGBT dan penguatan bahan baku dapat memberikan dampak nyata terhadap produktivitas dan daya saing industri,” ujar Faisol.
(Feby Novalius)