Subsidi dan Kompensasi APBN Membengkak Jadi Rp376,8 Triliun, Ini Penjelasan Suahasil

Rohman Wibowo, Jurnalis
Jum'at 09 Oktober 2026 13:33 WIB
Menkeu Suahasil (Foto: Okezone)
Share :

Realisasi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar US$91,9 per barel tersebut berpotensi terus merangkak naik jika tensi geopolitik global belum mereda. 

Di sisi lain, capaian lifting minyak bumi yang hanya berada di level 573,9 ribu barel per hari (bph) masih berada di bawah asumsi APBN sebesar 610 ribu bph, sementara lifting gas bumi tercatat sebesar 929,7 ribu barel setara minyak per hari (boepd) dari target asumsi 984 ribu boepd, yang berimplikasi pada penerimaan negara sektor hulu migas.

Kendati pengeluaran membengkak, penyerapan barang-barang bersubsidi di lapangan justru memperlihatkan denyut aktivitas ekonomi masyarakat yang tetap bergairah. Penggunaan bahan bakar minyak dan gas melonjak, baik untuk menopang kebutuhan konsumsi rumah tangga maupun rantai produksi usaha rakyat.

Pemerintah menegaskan dana subsidi yang digelontorkan bersumber dari penerimaan pajak masyarakat yang dialokasikan kembali secara utuh untuk menopang ketahanan ekonomi rakyat. Melalui instrumen APBN, uang rakyat difungsikan sebagai bantalan peredam kejut atau shock absorber di tengah lonjakan harga energi global.

"Volume BBM naik 9,1 persen, LPG 3 kilogram naik 2,2 persen, pelanggan listrik bertambah 2,1 persen, pupuk naik 15,7 persen, dan KUR tumbuh 7,9 persen, membuktikan uang pembayar pajak bekerja efektif melindungi masyarakat dan menumbuhkan kegiatan ekonomi," urai Suahasil.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya