JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup naik 16 poin atau sekitar 0,09 persen ke level Rp17.899 per dolar AS pada pada akhir perdagangan Jumat (9/10/2026),.
Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa salah satu sentimen datang dari eksternal yakni Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington sedang melakukan "diskusi produktif" dengan Iran dan menegaskan tidak ada rencana serangan sebelum pemilihan umum sela Kongres pada 3 November, menyusul laporan media yang menyebutkan ia sedang mempertimbangkan serangan sebelum tanggal tersebut.
“Pada hari yang sama, kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan pernyataan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi bahwa Teheran sedang meninjau tanggapan AS terhadap usulannya untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
AS terus memberikan tekanan ekonomi terhadap Iran dalam upaya mengakhiri konflik yang kini telah memasuki bulan kedelapan tersebut. Pada hari Kamis, AS menjatuhkan sanksi baru yang menyasar sejumlah individu, jaringan, serta 17 kapal yang mengangkut minyak mentah, produk minyak, dan petrokimia asal Iran.
Gubernur The Fed Christopher Waller pada hari Kamis menyatakan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut diperlukan, namun ia tetap "fleksibel mengenai kecepatannya." Ia menggambarkan kondisi pasar tenaga kerja sebagai sesuatu yang "kokoh dan stabil" pada bulan September meskipun laju penciptaan lapangan kerja melambat, seraya menambahkan bahwa tingkat inflasi masih "terlalu tinggi."
Sementara Data ekonomi yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan bahwa klaim awal tunjangan pengangguran AS turun menjadi 197.000 dari 199.000 pada minggu sebelumnya, angka yang berada di bawah perkiraan pasar sebesar 200.000. Hari ini fokus pasar akan tertuju pada survei Sentimen Konsumen University of Michigan untuk bulan Oktober yang diperkirakan akan memberikan gambaran mengenai pandangan rumah tangga terhadap kondisi ekonomi dan inflasi di AS.