Kadin menilai pelaku usaha perlu melihat prospek investasi dalam jangka panjang, bukan hanya berdasarkan fluktuasi pasar dalam waktu dekat.
"Kalau melihat satu atau dua tahun memang cukup bising, tetapi dalam konteks sepuluh tahun ke depan kita jangan sampai ketinggalan. Memilih untuk optimistis bukan berarti tanpa risiko atau murah, melainkan menempatkan kita tetap di tengah kerangka investasi dan hilirisasi," ujarnya.
Anindya juga menyoroti peluang investasi di sektor teknologi, khususnya pusat data (data center). Ia menyebut adanya pesanan fasilitas pusat data dengan kebutuhan daya mencapai 10 gigawatt (GW).
Menurut dia, kebutuhan listrik untuk fasilitas tersebut perlu diselaraskan dengan kebutuhan energi sektor industri lainnya. Di sisi lain, tantangan penghimpunan modal melalui pasar uang dan pasar modal global juga perlu diperhitungkan.
Di tengah perang dagang dan konflik geopolitik, Anindya menilai aktivitas ekonomi harus terus berjalan agar Indonesia tidak kehilangan momentum pertumbuhan.