Menurut Rosan, pemerintah akan melakukan asesmen untuk menentukan bentuk transformasi yang tepat. Evaluasi tersebut diharapkan membuat operasional PLN lebih efisien dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.
Selain transformasi bisnis, Rosan menegaskan evaluasi terhadap kesiapan PLN dalam menghadapi gangguan kelistrikan juga perlu dilakukan. Hal ini menyusul blackout yang terjadi di Batam beberapa waktu lalu.
“Ya tentunya evaluasi itu harus tetap kita lakukan kita harus selalu siap dalam segala kondisi kita harus punya selalu backup plan yang mungkin samain ini yang harus di-backup plan juga di PLN apabila ada kejadian tuh backup plan-nya tuh seperti apa gitu. Nah itu yang harus juga terus dilakukan di seluruh Indonesia,” tuturnya.
Rosan memastikan PLN telah memiliki rencana cadangan, tetapi langkah tersebut masih perlu disempurnakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan listrik di seluruh Indonesia.
“Mungkin bukan mungkin, pastinya sudah ada tapi ya itu perlu disempurnakan lah,” pungkasnya.
(Taufik Fajar)