JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (15/10/2026), turun 35 poin atau sekitar 0,20 persen ke level Rp17.938 per dolar AS.
Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa salah satu sentimen datang dari eksternal yakni Kelompok Houthi menyerang kantor pusat Saudi Aramco dan Iran menyatakan akan menerapkan taktik baru untuk menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz guna menjaga harga minyak tetap tinggi.
"Pejabat maritim melaporkan pada hari Rabu bahwa sebuah kapal kontainer dan sebuah kapal kargo curah telah tenggelam di dekat selat tersebut dalam 24 jam terakhir, setelah terkena proyektil dalam insiden yang terpisah," tulis Ibrahim dalam risetnya.
Serangan di sekitar jalur perairan tersebut meningkat tajam dalam 10 hari terakhir. Iran menyatakan bahwa mereka meningkatkan serangan sebagai respons terhadap blokade AS atas pelabuhan-pelabuhan Iran serta sanksi yang lebih ketat yang diberlakukan bulan lalu.
Seorang pejabat AS mengungkapkan pada hari Rabu bahwa, di tengah gangguan pelayaran dan lonjakan biaya pengangkutan ke rekor tertinggi akibat ketegangan yang melibatkan Iran, pemerintahan Trump tengah mempertimbangkan untuk melonggarkan sanksi terhadap kapal-kapal yang termasuk dalam "armada bayangan" (shadow fleet).
Indeks Harga Konsumen (CPI) bulan September naik 0,6 persen secara bulanan, sesuai ekspektasi dan meningkat dari kenaikan 0,4 persen pada bulan Agustus. Inflasi utama tahunan naik menjadi 3,7 persen dari 3,4 persen, melampaui perkiraan 3,6 persen.
Sementara CPI inti, yang tidak mencakup harga makanan dan energi, naik 0,3 persen secara bulanan, melampaui ekspektasi 0,2 persen dan menyamai laju bulan Agustus. Tingkat inflasi inti tahunan naik menjadi 2,6 persen dari 2,4 persen, juga di atas perkiraan 2,5 persen.