Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Dekati Rp18 Ribu per Dolar AS, BI Konsisten Intervensi Jaga Stabilitas

Anggie Ariesta , Jurnalis-Kamis, 15 Oktober 2026 |10:09 WIB
Rupiah Dekati Rp18 Ribu per Dolar AS, BI Konsisten Intervensi Jaga Stabilitas
Bank Indonesia (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengambil langkah proaktif di pasar guna memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah agar tetap mencerminkan kondisi fundamentalnya. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global akibat data inflasi Amerika Serikat (AS) yang tinggi serta memanasnya ketegangan geopolitik.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin G. Hutapea menjelaskan bahwa rilis data inflasi AS yang berada di atas ekspektasi pasar memicu dorongan spekulasi terkait kebijakan moneter The Fed.

"Rilis data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan dan meningkat dari periode sebelumnya mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang lebih agresif oleh The Fed," kata Erwin dalam keterangan resminya, Kamis (15/10/2026).

Selain isu inflasi dan arah suku bunga acuan AS, eskalasi konflik di Timur Tengah turut memperberat risiko fiskal serta pergerakan indikator keuangan global.

"Selain itu, ketidakpastian penyelesaian konflik di Timur Tengah mendorong harga minyak tetap tinggi di atas USD105 per barel dan meningkatkan risiko fiskal ke depan. Indeks dolar AS (DXY) sempat meningkat tajam ke level tertinggi sejak Mei 2025, dan yield US Treasury tenor 2 tahun sempat naik 12 bps ke level 4,90 persen," jelas dia.

Erwin menambahkan bahwa memburuknya sentimen risk-off tersebut memicu penguatan mata uang dolar AS serta memicu arus modal keluar (capital outflow) dari aset-aset negara berkembang (emerging markets).

Meski tekanan eksternal cukup besar, Erwin menilai pergerakan mata uang domestik masih terukur dan sejalan dengan dinamika kawasan regional.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement