JAKARTA - Industri hiburan digital Indonesia diproyeksikan mencapai USD4,4 miliar pada 2030, dengan pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 14,9 persen. Melihat potensi tersebut, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) terus mengembangkan bisnis hiburan digital, salah satunya melalui platform microdrama V+Short.
Chief Operating Officer (COO) MSIN, Ronny Wilimas Sugiadha mengatakan, pertumbuhan industri hiburan digital Indonesia didorong oleh peningkatan penetrasi digital, pertumbuhan populasi, serta kenaikan pendapatan masyarakat.
Ronny menjelaskan, produk domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia diperkirakan meningkat dari sekitar US$5.000 pada 2025 menjadi lebih dari US$7.000 pada 2030. Kenaikan tersebut dinilai akan mendorong daya beli masyarakat, termasuk untuk konsumsi hiburan digital.
Menurutnya, masyarakat Indonesia saat ini telah mengalokasikan sekitar 1,8 persen dari PDB per kapita untuk hiburan berbasis layar (screen-based entertainment). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat sebesar 1,5 persen dan China sebesar 1 persen.
"Hal ini menunjukkan bahwasanya konsumsi hiburan digital telah menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat Indonesia," ucap Ronny dalam Public Expose Insidentil MSIN yang digelar pada Senin (26/10/2026).
Di sisi lain, Ronny menilai industri hiburan digital Indonesia masih memiliki ruang monetisasi yang besar. Pasalnya, rata-rata pendapatan per pengguna atau average revenue per user (ARPU) layanan hiburan digital di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan sejumlah negara lain di Asia.
"Sehingga terjadi peluang yang sangat besar untuk meningkatkan monetisasi seiring dengan pertumbuhan daya beli masyarakat dan semakin matangnya ekosistem digital di Indonesia," lanjut Ronny.