RI Alihkan Jalur Ekspor 60 Juta Ton Batu Bara, Tak Lagi Lewat Singapura

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Senin 02 November 2026 18:58 WIB
Pemerintah akan mengubah jalur ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) Indonesia agar tidak lagi transit melalui Singapura. (Foto: Okezone.com/PTBA)
Share :

JAKARTA – Pemerintah akan mengubah jalur ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) Indonesia agar tidak lagi transit melalui Singapura. Ke depan, pemerintah menargetkan pengiriman komoditas dilakukan langsung dari Indonesia ke negara tujuan melalui satu pintu, yakni PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI).

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno mengatakan, salah satu komoditas yang akan dialihkan jalur pengirimannya adalah batu bara. Selama ini, sekitar 50–60 juta ton batu bara Indonesia diekspor melalui Singapura sebelum dikirim ke negara
 tujuan.
"Yang lewat sana itu (Singapura), batu bara mungkin sekitar 50–60 juta ton. Kan tidak ada batu bara di sana (Singapura). Tidak mungkin juga kalau misalnya dari sana ke China atau ke mana gitu, pasti (batu bara) dari kita," kata Tri saat ditemui di Kementerian ESDM, Senin (2/11/2026).

Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah akan menggandeng PT DSI untuk mengatur jalur ekspor komoditas SDA. Perusahaan di bawah naungan Danantara tersebut akan menjadi pintu utama pengiriman komoditas Indonesia langsung ke negara tujuan tanpa melalui negara perantara.

"Kita dengan DSI koordinasi bagus, kita akan lewat satu pintu lewat DSI, dan tidak perlu lagi lewat transit-transit di mana, bisa langsung ke negara tujuan," kata Bahlil saat ditemui seusai acara Minerba Convex 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Bahlil menjelaskan, praktik pengiriman komoditas melalui negara perantara berpotensi memberikan keuntungan ekonomi kepada negara lain. Keuntungan tersebut antara lain berasal dari penerimaan pajak dan kontribusi terhadap neraca perdagangan negara perantara.
Dia mencontohkan, apabila Indonesia mengekspor komoditas ke China, pengiriman seharusnya dilakukan langsung dari Indonesia menuju China tanpa singgah terlebih dahulu di negara lain.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya