JAKARTA – Pemerintah berencana membangun sejumlah fasilitas penyimpanan minyak mentah (crude oil storage) di wilayah Sumatera. Pembangunan fasilitas ini bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memastikan ketersediaan tempat penyimpanan bagi pasokan minyak mentah impor.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan fasilitas penyimpanan tersebut ditargetkan mampu menampung cadangan minyak untuk kebutuhan lebih dari 20 hari hingga maksimal 60 hari.
Bahlil menyampaikan rencana tersebut seusai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/11/2026).
"Kita akan membangun storage beberapa di wilayah Sumatra untuk ketika kita melakukan impor crude, itu semuanya bisa ada tempatnya di atas 20 hari. Target kita bisa sampai dengan 60 hari," kata Bahlil.
Terkait persiapan proyek, Bahlil menjelaskan bahwa tahap studi kelayakan teknis atau Engineering Feasibility Study (EFS) telah rampung. Pemerintah selanjutnya dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah calon lokasi pada akhir 2026.