BEI: "Trading Floor Dihapus Hari Ini!"

Rheza Andhika Pamungkas, Jurnalis · Selasa 31 Agustus 2010 17:43 WIB
https: img.okezone.com content 2010 08 31 278 368698 JjOf636xUk.jpg Hari Terakhir Aktivitas Trading Floor. Foto: Ist

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi hapuskan aktivitas lantai perdagangan (trading floor) mulai esok hari yang selama ini menjadi lambang pergerakan bursa saham Indonesia.

Kemudian BEI akan melakukan proses revitalisasi trading floor yang diperkirakan akan selesai pada Juni tahun depan.

“Aktivitas trading floor mulai besok akan distop, dan revitalisasi diperkirakan akan dimulai setelah Lebaran dan selesai pada Juni 2011,” ujar Direktur Utama BEI Ito Warsito kepada wartawan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (31/8/2010).

Menurutnya, alasan dilakukannya revitalisasi trading floor tersebut karena penggunaannya tidak seimbang dengan luas tempatnya. Nantinya, akan diganti dengan museum pasar modal, perluasan galeri, tempat seremonial, tempat pelatihan dan pendidikan untuk sekolah pasar modal dan ruang simulasi perdagangan yang dapat diakses tamu-tamu dalam setiap kunjungan ke BEI.

“Sebenarnya, proses pergantian transaksi dari floor trading kepada remotrading sudah dimulai sejak 2002. Dan karena pada tahun depan remotrading sudah menjadi kewajiban dalam bertransaksi di pasar modal, maka floor trading sudah tidak dilakukan lagi. Makanya direvitalisasi,” jelasnya.

Ito sendiri menampik adanya isu keberatan dari beberapa pihak akan dilakukannya revitalisasi ini. “ ini kan sudah masuk RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perseroan) 2010 dalam RUPS kemarin. Apalagi masa transisinya sudah delapan tahun jadi tidak ada yang keberatan,” tambahnya.

Karena selama ini, lanjutnya, dari 120 jumlah Anggota Bursa (AB), sangat sedikit yang memakai fasilitas trading floor ini. Dari 440 tempat duduk yang tersedia, hanya sekira 49 seat saja yang terpakai. Dia juga meyakini bahwa pengunuduran rencana ini tidak akan terjadi.

“Pengunduran sih saya rasa tidak. Dan untuk mengantisipasi apabila ada gangguan dalam bertransaksi maka BEI sudah menyiapkan Bisnis Continous Plan atau semacam tempat back up apabila terjadi gangguan supaya kegiatan bertransaksi tetap berjalan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, proses revitalisasi trading floor ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp20 miliar-Rp30 miliar. Dan untuk biaya awal, RUPS BEI pada awal tahun telah menyetujui dana untuk tahun ini sebesar Rp15 miliar.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini