JAKARTA - Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu merasa sangat kehilangan sosok Komisaris Independen PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Arif Arryman.
Menurutnya, selain dinilai sebagai seorang profesional yang elegan dan seseorang yang tidak pernah terkontaminasi. Di samping itu, dia juga bagian dari "tubuh" BUMN.
"Saya betul-betul merasa kehilangan karena dia adalah betul-betul profesional yang elegan. Orang yang tidak pernah terkontaminasi. Apalagi dia juga ketua penyelesaian sistem akuntansi internasional dari BUMN," ujar Said, saat menghubungi okezone, Selasa (7/9/2010) malam.
Di sisi lain, said juga merasa kehilangan mitra berdiskusi dan bertukar pikiran karena dia merupakan seorang profesional sejati.
"Negara ini harusnya juga merasa kehilangan, jangan hanya tokoh politik yang meninggal saja yang merasa kehilangan, tapi juga tokoh profesional seperti almarhum kita juga harusnya patut merasa kehilangan," pungkasnya.
Seperti diketahui, Said mengungkapkan bila almarhum Arif telah menderita sakit jantung sejak lama. Arif Arryman menghembuskan nafas terakhirnya pada Selasa 7 September kemarin pukul 15.45 WIB.
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka Jalan Swadaya (Mampang Prapatan XVIII) Nomor 24 Duren Tiga, Jakarta Selatan. Pria kelahiran Bukittinggi, 3 Februari 1956 itu, menjabat sebagai Komisaris Independen Telkom sejak 21 Juni 2002.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.