JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) menuturkan sudah memperluas jaringan kantor dengan membuka cabang di Jawa Tengah. Tak hanya itu, ekspansi perluasan jaringan pun terus dilakukan perseroan.
"Saat ini BJB sudah memperluas jaringan kantor dengan membuka dua cabang di Jawa Tengah, dan kantor cabang pembantu (KCP)-nya pun banyak. Lalu ada Denpasar, Balikpapan dan beberapa waktu ke depan kita akan buka di Pekan Baru. Ini berguna untuk mengembangkan produk kita sehingga kita dapat berkembang baik," ungkap Direktur BJB Tatang Sumana disela seminar bertajuk Saatnya Bank BPD Go Public di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (7/4/2011).
Dia juga menuturkan BPD harus mempunyai kekuatan untuk dapat sejajar dengan bank nasional lainnya. Ada pun cara untuk dapat bersaing dengan bank nasional lainnya adalah dengan memperluas jaringan kantor agar dapat memperluas kapasitas pelayanan terhadap nasabah.
Menilik ke belakang, BJB merupakan satu-satunya BPD yang sudah go public pada 8 Juli 2010 lalu. Tatang menuturkan bahwa proses IPO ini merupakan hal yang tidak mudah untuk dilakukan,dimana pihak perseroan sendiri harus melakukan komunikasi dengan pemegang saham,lalu ada persepsi bahwa ketika saham BJB dijual ke publik nantinya ada ketakutan tersendiri dari pemegang saham bahwa hak kontrolnya tidak lagi ada di perseroan.
"Saham yang kita share ke publik pada waktu itu sebanyak 40 persen sesuai dengan hasil persetujuan RUPS pada waktu itu.kita yakinkan kepada pemegang saham bahwa hak kontrol tetap ada pada perseroan," ungkap Tatang.
Sekedar informasi, BJB melakukan IPO pada tanggal 8 juli 2010 dengan harga perdana saham Rp600 dengan jumlah 2,4 miliar lembar saham. Daat itu perseroan memperoleh prosit sebesar Rp1,4 triliun dimana digunakan untuk mengembangkan bisnis perseroan.
"IPO kita termasuk yang berhasil dimana dari harga perdana yang ditawarkan melesat dari Rp600 ke Rp900. Mungkin Tuhan lagi tersenyum saat kita melakukan IPO,Jadi harganya naik," ungkap Tatang seraya tersenyum.
Tatang pun menambahkan bahwa ada beberapa hal yang haris dilakukan agar IPO dapat berhasil diantaranya,yaitu pertama mencoba meningkatkan performance agar dapat menarik perhatian para investor.
Melakukan proses pencitraan juga penting dilakukan dengan melakukan promosi,serta mencari momen yang tepat untuk melakukan IPO yang berkaitan dengan strategi pricing,dan perseroan pun melakukan premarketing baik di pasar lokal maupun pasar internasional.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.