nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jero Cabut Larangan Pakai Solar di Tanjung Perak

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 20 Maret 2013 18:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2013 03 20 19 778992 rWJBoEGc81.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Berhentinya truk-truk beroperasi di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya membuat kapal banyak menepi dan membuat ekonomi tidak berjalan. Hal ini terjadi karena pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar di wilayah tersebut.

Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan pemberhentian truk-truk beroperasi tersebut disebabkan mereka tidak bisa membeli solar di wilayah tersebut.

"Yang disampaikan ke kita (pihak Organda) mereka protes Peraturan Menteri (Permen) Nomor 1 tahun 2013 tentang pembatasan BBM subsidi, jadi Permen itu yang diprotes agar ditunda dan direvisi karena menyebabkan enggak bisa beli solar di Tanjung perak," ujar Jero, saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (20/3/2013).

Jero menjelaskan, terkait masalah ini, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Pertamina dan organda pusat. Hal ini karena Pertamina tidak mau mengeluarkan BBM subsidi berupa solar karena ada edaran surat dari BPH Migas.

"BPH Migas keluarkan surat pada 2010 untuk tidak menggelontorkan BBM subsidi jenis solar di pelabuhan. Setelah dikaji, dikira Permen ESDM yang salah, ternyata tidak. Jadi permen nomor 1 itu, bunyinya barang pertambangan, perkebunan, dan kehutanan, sehingga salah penerjemahan," tambah dia.

Demi mengatasi itu, pemerintah merespons dengan cepat. "Hari ini dicabut surat edaran tersebut oleh kepala BPH migas, begitu dicabut maka Pertamina segera akan mengalirkan solar bersubsidi di Jatim," pungkasnya.

(gnm)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini