nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menperin Minta Maaf Produksi Motor Tinggi

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 16 April 2013 15:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2013 04 16 320 792400 fyopAxFjQX.jpg Menteri Perindustrian MS Hidayat (Foto: Koran SI)

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) mengakui produksi kendaraan bermotor yang mencapai 1,2 juta unit untuk tahun ini turut andil dalam penggunaan konsumsi BBM bersubsidi.

"Saya minta maaf tadi ke sejumlah Kementerian Lembaga bahwa kendaraan bermotor produksinya terus meningkat. Memang itu berkontribusi terhadap konsumsi BBM subsidi," ujar Menteri Perindustrian MS Hidayat, kepada wartawan saat ditemui di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (16/4/2013).

Hidayat menambahkan, walaupun produksi kendaraan bermotor cukup tinggi, dirinya memastikan efek penurunan subsidi BBM subsidi tidak mempengaruhi sektor industri automotif Indonesia.

"Saya rasa tidak mempengaruhi sektor automotif kalau memang ada penurunan subsidi bagi mobil pribadi pelat hitam," tegasnya.

Hidayat mengungkapkan, pihaknya mengaku menyetujui langkah pemerintah untuk melakukan pengurangan subsidi BBM bagi mobil pribadi pelat hitam. Dengan mengambil mekanisme harga Rp6.500 per liter bagi mobil pribadi pelat hitam. Sedangkan harga premium tetap diberikan untuk angkutan umum dan kendaraan roda dua (motor) sebesar Rp4.500.

Di tempat sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai golongan menengah dan baru kaya di Indonesia mempunyai sikap susah diajak untuk berhemat energi.

"Biasanya kelas menengah dan baru kaya itu perilakunya diajak menghemat susah. Ke tetangganya satu komplek saja naik mobil, kan bisa jalan kaki," ungkap Jero.

Jero menjelaskan, pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan golongan menengah Indonesia sedang tumbuh.

"Yang punya mobil banyak. Kalau ke mal, bapaknya pakai mobil sendiri, ibunya juga, lalu anaknya juga pakai mobil sendiri ini kan boros," tegas Jero.

Lebih lanjut lagi, Jero mengungkapkan, kadang perilaku golongan tersebut menjadi bahan lelucon bagi pemerintah. Pasalnya, saat ini, Pemerintah sedang melakukan penghematan BBM bersubsidi dengan mengurangi subsidi untuk golongan menengah ke atas. Penghematan tersebut ditargetkan mencapai Rp21 triliun.

(gnm)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini