Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

2014, Eka Sari Lorena Tambah 100 Bus Baru

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Kamis, 20 Maret 2014 |14:28 WIB
2014, Eka Sari Lorena Tambah 100 Bus Baru
Foto: lorena-karina.com
A
A
A

JAKARTA - PT Eka Sari Lorena Transport menargetkan dapat menambah sekira 100 armada bus baru pada semester pertama dari dana hasil penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) sekira Rp150 miliar. Saat ini perseroan telah memiliki 250 armada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Senior Advisor Perseroan Dwi Rianta Soebakti mengatakan, untuk dapat merealisasi ini setidaknya membutuhkan dana sekira Rp250 miliar untuk pengadaan bus baru.

"Selain dari dana IPO, kami menyiapkan kas internal untuk sisa kebutuhan belanja modal. Harga satu bus biasa untuk AKAP berkisar antara Rp1,4 miliar-Rp 1,5 miliar. Sedangkan bus gandeng dihargai Rp4 miliar. Kami beli yang bagus, enggak karatan ya," ucap Dwi di Jakarta, Kamis (20/3/2014).

Dwi menjelaskan, dengan bertambahnya bus baru, Lorena mengharapkan tahun ini, pendapatan dapat tumbuh hingga 30 persen. Per akhir 2013, pendapatan Lorena mencapai Rp165,464 miliar. Pendapatan ini berasal dari pendapatan bis AKAP sebesar Rp131,64 miliar dan sisanya Rp33,81 miliar.

Laba operasi Lorena tercatat sebesar Rp 15,07 miliar atau tumbuh dari laba operasi 2012 sebesar Rp 13,06 miliar. Laba setelah pajak tercatat sebesar Rp 13,58 miliar atau tumbuh 64,8 persen.

"Tahun ini kami menargetkan pendapatan sebesar Rp233,88 miliar dan laba bersih setelah pajak Rp29,34 miliar," kata Dwi.

Lanjut Dwi mengatakan, rata-rata, penambahan bis generik sebanyak 30-50 unit per tahun. Namun Dwi melihat pertumbuhan tidak hanya bisa mengharapkan dari generik saja. Perseroan juga sedang membidik potensi transportasi kota.

Tingginya operasional mobil pribadi dan pembatasan uang muka kendaraan bermotor menjadi salah satu alasan Lorena ingin bermain di city bus. Saat ini Lorena telah melayani penyediaan bus Transjakarta. Sebanyak 62 unit bis telah beroperasi untuk Transjakarta, yaitu 13 unit bus gandeng, 34 unit bus biasa (single), dan 15 unit bus penunjang (feeder).

"Kalau ada kesempatan lagi, kami akan coba ikut tender bus Transjakarta," pungkasnya.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement