JAKARTA - Chairman Executive Board CSID Bambang Susantono mengungkapkan, saat ini ada tiga tantangan yang dihadapi untuk percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia.
"Ada tiga hal pelemahan infrastruktur yakni implementasi, koordinasi dan Sumber Daya Manusia (SDM)," ucap Bambang di Fakultas Teknik Universitas Indonesia Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2014).
Untuk itu, Fakultas Teknik Universitas Indonesia membentuk Pusat Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan (Center for Sustainable Infrastructure Development/ CSID). Program ini merupakan sebuah forum infrastruktur yang didirikan untuk dapat menjadi center of excellence di bidang pembangunan infrastruktur berkelanjutan dalam rangka mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur Indonesia.
"Izinkan kami di UI ini mencoba ikut serta partisipasi untuk membangun SDM yang sangat pentingnya. Ada hardware, software dan brandware. Ini harus kita perkuat," sambungnya.
CSID sebagai pusat kajian infrastruktur beranggotakan 37 peneliti yang terbagi dalam empat klaster penelitian yang meliputi klaster penelitian di bidang keuangan dan manajemen aset, di bidang mobilitas, di bidang pembangunan dan pengelolaan air dan bidang energi.
"Kami punya 37 peneliti dan ribuan mahasiswa. Berikan kesempatan peneliti muda tampil untuk tampil. Bahwa kita memang sedang alami krisis infrastruktur. Dengan adanya center ini dapat mempercepat pembangun kemajuan infrastruktur," pungkasnya.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.