Pihaknya juga mendorong agar perdagangan ikan tuna, tidak sampai mengekspor bahan baku melaikankan produk yang sudah melewati prosesing. Selain itu, produk tangkapan tuna itu memenuhi persyaratan yang ditetapkan perdagangan dunia.
"Syarat-syarat pengamanan perdangan dunia harus dipatuhi sebagai syarat bersaing tingkat dunia," imbuhnya.
Dalam pertemuan ASEAN Task for Tuna Fisherries (ATF), lanjutnya, membahas persoalan yang terkait perdagangan tuna di kawasan Asia Tenggara.
"Seluruh negera termasuk ASEAN menghadapi masalah kelestarian yang diakibatkan penangkapan ilegal, berlebih dan merusak," sambungnya. Diharapkan skema ditawarkan dapat mendorong negera ASEAN dalam menerapkan pengelolaan tuna yang lestari di kawasan.
Bagaimana pentingnya, negara ASEAN terlibat menjaga keberlanjutan dalam penangkapan ikan tuna. Menyambut perdagangan dunia seperti masuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), perlu penguatan internal dengan beberapa langkah, mulai memperkuat basis produksi, menerapkan cara-cara produksi dan penangakapan ikan yang ramah lingkungan.
(Widi Agustian)