Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan perusahaan, Senin (3/11/2014) disebutkan bahwa pendapatan usaha meningkat sebesar 36 persen menjadi USD4,16 juta atau sekitar Rp50,27 miliar. Beban pokok pendapatan juga menurun sebesar 82 persen menjadi USD526,11 ribu atau sekitar Rp6,35 miliar.
Beban usaha juga dilaporkan mengecil signifikan sebesar 40 persen menjadi USD1,81 juta atau Rp21,8 miliar. Hal ini membuat perusahaan mencapai laba kotor sebesar USD1,82 juta atau Rp21,99 miliar setelah sebelumnya rugi sebesar USD2,95 juta atau Rp35,65 miliar.
Perusahaan juga mencatat total aset sebesar USD538,64 juta atau sebesar Rp6,5 triliun setelah sebelumnya USD523,47 juta atau sekitar Rp6,32 triliun.
Kenaikan total aset, diimbangi dengan total hutang perusahaan yang meningkat tipis sebesar 5,8 persen menjadi USD243,95 juta atau sekitar Rp2,9 triliun. Pada tahun sebelumnya, perusahaan membukukan total hutang sebesar USD230,55 juta atau sekitar Rp2,78 triliun.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.