nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kandidat Dirut Pertamina Rinaldi Firmansyah Dipertanyakan

Dede Suryana, Jurnalis · Jum'at 14 November 2014 14:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2014 11 14 19 1065502 kandidat-dirut-pertamina-rinaldi-firmansyah-dipertanyakan-eXCNkjHIJA.jpg Kandidat Dirut Pertamina Rinaldi Firmansyah Dipertanyakan. (Foto: Rinaldi (dua dari kanan)/Okezone)

JAKARTA - Bursa direktur utama BUMN semakin marak seiring dengan kosongnya jabatan tersebut, khususnya di PT Pertamina (Persero).

Ada sejumlah nama yang beredar bakal menjadi pimpinan di BUMN minyak gas (migas) tersebut. Salah satunya adalah Mantan Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rinaldi Firmansyah dan Deputi Komersial SKK Migas Widyawan Prawiraatmaja.

“Widyawan memang pengalaman di Pertamina. Tetapi, dia tampaknya berpotensi alami konflik kepentingan, karena dekat dengan elit dan tokoh migas yang dekat dengan Bu Menteri BUMN,” kata Direktur Eksekutif Indostrategi Andar Nurbowo di Jakarta, Kamis (13/11/2014).

Jika Widyawan terpilih, sambung Andar, publik akan beranggapan bahwa rezim Jokowi tidak serius menangani industri migas Tanah Air karena dipimpin oleh orang yang dekat dengan kepentingan elit politik.

“Maka, lagi-lagi publik akan yakin bahwa Pertamina akan jadi 'ATM' bagi kepentingan politk. Sebaiknya, Pertamina dipimpin oleh figur profesional dan independen,” tandasnya.

Menurutnya, Pertamina perusahaan negara yang strategis dan menguasai hajat hidup orang banyak. Karena itu, problem pengelolaan migas selama ini, sejak Pertamina didirikan, perlu diatasi oleh orang-orang berkualitas luar biasa yakni kompeten, berintegritas dan petarung agar Pertamina tidak dikuasai mafia migas yang merampok.

“Untuk itu, perlu pemimpin yang bebas dari kepentingam politik apapun,” imbuhnya lagi.

Direktur Eksekutif Indonesian Public Intitute (IPI) Karyono Wibowo menyebut Widyawan dan Renaldi sangat tidak layak menduduki kursi Dirut Pertamina. Ia beralasan Renaldi tak berpengalaman di dunia migas. Sementara, Widyawan sempat bersinggungan dengan hukum.

“Menurut saya keduanya kurang layak. RF tidak memiliki background di bidang migas. Untuk memimpin Pertamina tidak hanya memiliki kemampuan leadership tetapi harus juga memiliki keahlian di bidang migas dari hulu hingga hilir dan harus memiliki integritas yang kuat. Pengetahuan dari hulu hingga hilir diperlukan agar Dirut Pertamina mengetahui kebijakan yang tepat dalam mewujudkan kedaulatan energi sebagaimana yang menjadi program presiden Jokowi,” terangnya.

“Untuk sosok Widyawan dari segi pengalaman dan keahlian di bidang migas cukup baik. Tetapi figur ini pernah disebut-sebut dalam kasus suap Kepala SKK migas Rudi Rubiandini,”tambahnya.

Namun demikian, kata dia, asas praduga tak bersalah tetap harus dihormati. Akan tetapi, sekedar antisipasi presiden Jokowi perlu hati-hati memilih pejabat publik apalagi untuk posisi strategis di jajaran Direksi Pertamina.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini