Proyek pengelolaan minyak yang berlokasi di salah satu lapangan Batam, Kepulauan Riau ini ditaksir menelan biaya sebesar USD4 miliar.
"Biaya USD4 miliar, pendanaan 100 persen dari perusahaan China," papar Direktur Project Marketing, Harijono, di Jakarta, Senin (17/11/2014).
Pembangunan sendiri akan dimulai pada pertengahan 2015. Dan akan memiliki kapasitas 300 ribu barel per hari.
"Pembagian hasilnya, 70 persen untuk China, 30 persen untuk Indonesia, tapi ini baru penjajakan, mungkin nanti kalau sudah ketemu dengan pemerintah bisa ada perubahan," tambahnya.
Proyek ini akan menyerap tenaga kerja sekitar 1.000-1.800 orang. "Lahannya sudah siap 175 hektar, tidak menutup kemungkinan akan menambah jadi 300 hektar," tandasnya.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.