Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Someng mengungkapkan, ada beberapa alasan mengapa kuota tersebut diprediksi tidak jebol. Baik dari internal maupun eksternal.

"Enggak, belum tentu jebol. Kan sudah ada kenaikan harga," ucapnya di Gedung Kementerian ESDM di Jakarta, Rabu (17/12/2014).
Andy menambahkan, alasan kuota BBM tidak akan jebol lainnya adalah karena harga minyak dunia yang terus merosot di level USD55 per barel. Tidak hanya itu, pembatasan penggunaan BBM bersubsidi untuk nelayan di atas 30 GT juga menjadi alasan lainnya.
"Ada harga minyak turun, ada nelayan di atas 30 GT juga sudah enggak boleh," tutup dia.
(Rizkie Fauzian)