"Penyebab utama deflasi yang pertama bensin administered price 3,9 persen bobotnya. Perubahan harganya 15,33 persen. Andilnya terhadap deflasi 0,71 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin di kantornya, Senin (2/2/2015).
Suryamin mengatakan, kebijakan pemerintah menurunkan harga BBM sebanyak dua kali telah membuat banyak perubahan. Sehingga, penurunan harga terjadi pada semua kota di Indonesia.
"Sampai sekarang Premium Rp7.600 di Pulau Jawa, Rp7.000 di Pulau Bali, Rp6.600 di luar Pulau Jawa dan Bali. Penurunan ini terjadi pada semua kota IHK," ungkap dia.
Selain BBM, Suryamin mengatakan cabai merah dan tarif angkutan kota serta angkutan udara menyumbang deflasi yang cukup besar pada Januari. Untuk cabai merah andilnya sebesar 0,22 persen, sementara tarif angkutan kota dan udara sebesar 0,07 persen.
"Kalau angkutan kota itu hanya berubah harga di 22 kota IHK. Coba kalau 82 kota turun semua, deflasi pasti lebih besar," kata Suryamin.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.