"Kita sudah tidak lagi berpikir untuk impor beras. Operasi pasar ini akan dilakukan sampai harga stabil," imbuhnya.
Optimisme pihak Bulog tersebut, diakui oleh Leni, didukung adanya pernyataan dari Pihak Kementerian Pertanian (Kementan) terkait panen beras di daerah yang akan terjadi pada sekira bulan Maret-Juni mendatang. Dengan demikian,produksi panen petani tersebut akan siap diserap oleh Bulog untuk pendistribusian di pasar.
" Kita serap produksi petani semaksimal mungkin,menurut Mentan sebentar lagi ada panen beras tinggal bagaimana bulog menyerapnya. Kemendag sangat mendukung kedaulatan pangan, bagaimana maksimalkan panen yang ada dan tidak boleh ada impor beras," tandasnya.
Sebagai informasi, operasi pasar beras murah yang diluncurkan oleh Perum Bulog dibantu oleh Kodam Jaya/Jayakarta kali ini, dilaksanakan di 62 titik yang terdiri dari 50 titik wilayah pemukiman serta 12 pasar strategis di wilayah Jabodetabek.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.