Edwin memperkirakan dalam jangka pendek sekitar 1-2 bulan mendatang, Rupiah akan berada di level Rp13.200. "Saya pikir short term Rp13.200," ucap Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang kepada Okezone di Jakarta, Senin (9/3/2015).
Dia mengatakan, sentimen seperti payroll (gaji pegawai) yang meningkat melebihi target, hingga turunnya tingkat pengangguran di AS.
"Karena memang data dari hari Jumat kemarin, payroll bulan Januari 295 ribu unit, padahal target 204 ribu, itu pertama. Kedua, tingkat pengangguran dari 5,7 persen ke 5,5 persen. Itu level terendah mereka selama 67 tahun terakhir," katanya.

Edwin menambah, faktor lain yang tidak kalah berpengaruhnya adalah, tentang rencana bank sentral AS, the Fed, yang akan menaikan suku bunganya pada bulan Juni mendatang. Meskipun hal itu baru sekedar wacana, namun tetap menjadi sentimen buruk bagi nilai tukar Rupiah.
"The Fed ini akan menaikan Fed rate pada bulan Juni. Plus lagi ada statement dari beberapa presiden Federal Reserve dari negara bagian, seperti Fed harus menaikan suku bunganya pada bulan Juni. Ini baru sentimen. Bagaimana jadinya kalau Fed benar menaikkan suku bunga, belum lagi dampak dari psikologis," imbuhnya.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.