"Untuk wanginya ada lima jenis wangi durian yang enggak boleh dibuat jadi es krim. Yaitu wangi minyak, langu, pahit, alkohol dan asam. Itu enggak boleh buat es krim. Saya bisa bedain itu dengan mencicipi buahnya tanpa ditelan," tukasnya.
Dengan kualitas produknya kini Raymond Lim Es Potong Sandwich telah berhasil menggaet sembilan mitra di lokasi berbeda. Dalam mengembangkan usahanya, Raymond menawarkan peluang bisnis dalam bentuk waralaba. Terdapat dua paket investasi, yakni paket booth kecil dengan investasi Rp10 juta dan paket investasi booth besar dengan modal Rp35 juta.
Rata-rata mitranya mampu menjual 4 ribu potong es krim dalam satu bulan, dengan harga jual Rp15 ribu per potong. Jika dihitung berarti satu mitra menghasilkan cuan Rp60 juta. Jika dihitung, dari total sembilan mitra maka omzet yang terhimpun sekira Rp540 juta dalam satu bulan.
Bahkan, menurut Raymond, ada mitranya yang bisa melebihi permintaan rata-rata. "Mitra kami yang di Pasar Santa per minggu order sampai 2.000 potong. Kalau kita sehari bisa produksi 10.000 potong," tuturnya.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.