4. Risiko dari periode stagnan atau deflasi di wilayah Eropa dan Jepang yang berlangsung lama.
Seperti diberitakan sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2015 sebesar 4,71 persen year on year (yoy). Sedangkan secara kuartalan (qoq) turun sebesar 0,18 persen.
Padahal, pada tahun 2015, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7 persen dalam APBNP-2015.
"Pada triwulan I-2015 PDB kita sebesar Rp2.724,7 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 Rp2.157,5 triliun sehingga terjadi pertumbuhan 4,71 untuk year on year," kata Kepala BPS Suryamin di kantornya, Selasa 5 Mei kemarin.
Suryamin mengatakan, tren kuartal I-2015 terjadi penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pengaruh sektor pertanian yang pada akhir tahun lalu terjadi pergeseran musim tanam, sehingga bergeser ke tahun 2015.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.