JAKARTA - Pemerintah telah memutuskan untuk membubarkan PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral). Dalam proses pembubarannya, pemerintah unjuk Integrated Supply Chain (ISC) untuk mengambil alih tugas-tugas anak perusahaan Petral, Pertamina Energy Services Pte. Ltd. (PES).
Tekat pemerintah membubarkan Petral dan PES itu kian bulat, setelah ISC dapat membuktikan adanya efisiensi hingga USD22 juta sejak unit bisnis Pertamina tersebut melakukan pengadaan minyak sendiri. ISC membuktikan peran Petral sudah tidak lagi signifikan dalam proses bisnis di Pertamina.
Padahal Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi yang diketuai oleh Faisal Basri tidak merekomendasikan pembubaran Petral. Hanya kewenangannya untuk mengadakan minyak mentah dan BBM dialihkan kepada ISC. Nyatanya, Pemerintah berpendapat sebaliknya.
Sejatinya, jauh sebelum wacana Petral Grup dibubarkan, ISC sudah beroperasi sejak 2008. Saat itu, ISC melakukan perencanaan dan penentuan. PES hanya bertugas mencari minyak di luar. Persetujuan beli atau tidak, ada pada ISC. Jadi PES hanya bertindak sebagai kepanjangan tangan dari ISC.